Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Friday, 7 October 2011

Kompas Si Surat Kabar

KOMPAS (SURAT KABAR)





PENDAHULUAN

Mendengar kalimat kompas si surat kabar, kalian pasti tidak asing lagi kan? Yup, surat kabar yang satu ini termasuk dalam salah satu kelompok perusahaan yang dimiliki oleh Kompas Gramedia. Saat ini saya ingin membahas ini karena kelihatannya si surat kabar ini punya sejarah yang lebih panjang daripada si surat kabar-surat kabar yang lain. Belum lagi surat kabar ini ada dimana-mana, mudah dicari lebih tepatnya.

Isi kontens yang ada di dalamnya juga menarik, mulai dari berita harian(seperti kecelakaan, perampokan, dll), pemerintahan, berita internasional, sampai dengan berita olahraga, edukasi, bisnis, dan lain lain. Pokoknya puas deh!

Dan yang bikin WAH lagi nih, gak cuma surat kabar cetak yang mereka punya, digital bahkan chanel tv pun juga ada!

Nah, daripada banyak cincong di sini, mending kita langsung ke TKP!

TEORI ORGANISASI UMUM

Harian kompas adalah nama surat kabar yang ada di Indonesia yang berkantor pusat di Jakarta. Kompas surat kabar termasuk dalam salah satu perusahaan yang dimiliki oleh Kelompok Kompas Gramedia. Agar memudahkan akses bagi pembaca di seluruh dunia, kini kompas juga menerbitkan edisi daring bernama Kompas Cyber Media, isinya pun tak kalah bagus dengan kompas harian biasa, dan pastinya berisi berita-berita yang ter-update, actual, dan dapat dipercaya! (ngiklan nih)

Harian kompas berasal dari ide awal yang dating dari Jendral Ahmad Yani, yang kemudian mengutarakan keinginannya kepada Frans Seda untuk menerbitkan surat kabar yang berimbang, kredibel, dan independen. Frans Seda kemudian mengemukakan keinginannya kepada kedua teman baiknya, yakni P.K. Ojong (1920-1980) dan Jakob Oetama. P.K. Ojong langsung menyetujui ide tersebut dan menjadikan Jakob Oetama menjadi editor chief pertamanya.

Awalnya harian ini diterbitkan dengan nama Bentara Rakyat. Atas usul Presiden Sukarno, namanya diubah menjadi Kompas, sebagai media pencari fakta dari segala penjuru.

Kompas mulai terbit pada tanggal 28 Juni 1965 berkantor di Jakarta Pusat dengan tiras 4.800 eksemplar. Sejak tahun 1969, Kompas merajai penjualan surat kabar secara nasional. Pada tahun 2004, tiras hariannya mencapai 530.000 eksemplar, khusus untuk edisi Minggunya bahkan mencapai 610.000 eksemplar. Pembaca koran ini mencapai 2,25 juta orang di seluruh Indonesia.
Seperti kebanyakan surat kabar yang lain, harian Kompas dibagi menjadi tiga halaman bagian, yaitu bagian depan yang memuat berita nasional dan internasional, bagian berita bisnis dan keuangan, serta bagian berita olahraga.

Namun kompas juga pernah lho mendapat larangan terbit pada tahun 1978, lebih tepatnya pada tanggan 21 januari 1978, dikarenakan pemberitaan pencalonan Soeharto sebagai presiden untuk ketiga kalinya dan demo tentang korupsi yang ramai, tidak hanya kompas, bahkan 6 harian lainnya (Sinar Harapan,Merdeka, Pelita, The Indonesian Times, Sinar Pagi, dan Pos Sore) dilarang terbit atas perintah Sudomo.

Kalau tahu berita kayak gitu rasanya gondok banget lah ya, pake dilarang-larang. Ehem, yasudalah, mari kita terima kenyataannya. Eh iya, belum selesai nih gan, masih lanjut kita. Mari berganti TKP!

PEMBAHASAN

Saat ini kompas menurut saya, punya 3 akses yang terjangkau agar bisa mendapatkan informasi dari harian kompas. Yakni melalui, kompas digital(e-paper atau kompas.com), kompas cetak harian, dan kompas tv. Antara satu dan yang lainnya tidak memiliki kesamaan, kecuali e-paper dengan kompas cetak.

KOMPAS DIGITAL

KOMPAS E-PAPER

Kompas e-paper adalah versi elektronik dari koran Kompas yang diluncurkan Kelompok Kompas Gramedia pada tanggal 1 Juli 2009. Inovasi ini sebenarnya telah ada dari tahun 2008 tetapi setelah melalui beberapa perbaikan Kompas e-paper ini baru dapat benar-benar diakses. Kompas e-paper ini tidak sama dengan Kompas.com. Apabila pada Kompas.com, informasi-informasi yang diberikan berbeda dengan Kompas cetak maka Kompas e-paper memiliki berita yang sama dengan Kompas cetak akan tetapi e-paper berbentuk digital. Sampai sebelum tanggal 1 Mei 2011 Kompas e-paper tidak memungut biaya, namun membutuhkan plugin tambahan, yaitu Microsoft Silverlight yang wajib dipasang terlebih dahulu.

Namun, mulai  1 Mei 2011, untuk mengakses digital.kompas.com harus melakukan pembayaran terlebih dahulu, Kompas digital termasuk Kompas Cetak dan E-paper.

KOMPAS CETAK

Kompas cetak adalah koran digital Kompas versi elektronik. Kompas cetak tidak membutuhkan plugin tambahan. Berita yang ada disini sama persis dengan yang ada pada versi cetak (non-elektronik) namun kadang ada berita yang tidak ditambahkan di sini. Iklan yang ada pada versi cetak (non-elektronik) pun ditiadakan disini. Mulai tanggal 1 Juli 2010 Harian Kompas edisi cetak di Kompas.com seluruhnya berganti menjadi edisi e-Paper Harian Kompas.  Pada Agustus 2010, Kompas Cetak kembali lagi dengan desain baru.

KOMPAS TV

Kompas tv adalah chanel tv kompas yang baru-baru ini di luncurkan pada tanggal 9 September 2011. Kompas tv merupakan tv gratis yang dapat dilihat melalui layanan live streaming yang dapat diakses menggunakan iPad, iPhone, iPod, melalui alamat http://kom.ps/tv.

Peluncuran Kompas TV dilakukan di Plenary Hall, Balai Sidang Jakarta dengan acara berjudul Simfoni Semesta Raya. Acara tersebut berlangsung dari jam 07.30 malam sampai dengan 11.00 malam.

Berbeda dengan stasiun tv yang menghadirkan acara sinetron dan gosip selebriti yang tidak mendidik, kompas tv justru tidak menghadirkan acara-acara seperti itu. Bahkan meng-blacklist beberapa artis yang katanya kurang mencerminkan ke-Indonesia-an. Benar-benar stasiun tv yang hebat.

Sama seperti harian kompasnya, kompas tv pun berisi berita-berita nasional sampai dengan internasional, untuk stasiun tv, mari berharap saja, semoga stasiun tv ini tidak bingung hanya karena mementingkan kepopuleran semata. Amin. Ganbatte Kompas-san!

Cukup sekian pembahasan saya mengenai Kompas si surat kabar ini. Semoga bermanfaat untuk kita. Ja-ne! 

Monday, 11 April 2011

Sapporo Snow Festival

Moshi-moshi Minna-san,
Sekarang saya lagi pingin membahas tentang Festival Salju yang lagi hot-hotnya kemarin diselenggarakan di Jepang nih, tepatnya tanggal 7 sampai 13 Februari 2011. Katanya sih, festival ini terkenal rame dan apik, makanya langsung cekidot aja kita yuk :D

The Sapporo Snow Festival (さっぽろ雪まつり Sapporo Festival Salju) adalah festival terkenal yang diselenggarakan di Sapporo, Hokkaido, Jepang. Festival ini diselenggarakan sekitar bulan Februari, dimana saat itu adalah musim dingin.



Festival ini dimulai saat tahun 1950, ketika 6 murid SMA membangun 6 buah patung salju di Taman Odori. Pada tahun 1955, Japan Self Defense Force dari Makomanai dasar terdekat mengikuti dan membangun bangunan patung besar terbuat dari salju, yang kemudian membuat Festival salju semakin terkenal. Beberapa festival salju di Sapporo sebenarnya sudah bermunculan sebelumnya sampai dengan Festival Salju Sapporo yang sekarang ini. Namun, semua ini terhenti sejenak sejak perang dunia II.

Kemudian, pada festival ke-23 tahun 1972, festival ini diselenggarakan bersamaan dengan Olimpiade Musim Dingin. dan juga dipromosikan di luar negri. Sejak saat itulah, festival ini semakin dikenal oleh seluruh mancanegara. Dua tahun kemudian, festival ini mengadakan lomba seni pahat es internasional yang juga diikuti oleh Kanada, Amerika, Perancis, dan Korea Selatan.


Salju yang diperlukan untuk membuat patung-patung dalam festival ini biasanya diangkut memakai alat berat yang disediakan oleh pemerintah. Namun, bila pada tahun tersebut salju yang turun di Sapporo sedikit atau tidak lebat, maka Pasukan Bela Diri Jepang akan mengulurkan tangan dan membawakan salju dari luar Sapporo. Dari tahun ke tahun tema yang diadakan pada festival ini beragam, Contohnya pada tahun 2004, tema yang diambil dari festival ini adalah bangunan atau orang terkenal. Lokasi penyelenggaraan festival ini beberapa kali sering berpindah tempat, namun pada tahun 2009, festival ini diadakan di tiga tempat, yaitu; Odori Park, Susukino Ice Festival, dan Tsudome.


     1. Odori Park

       Merupakan tempat utama penyelenggaraan Festival Salju Sapporo. Di tempat ini, kita dapat melihat patung salju yang indah, dan banyak diantaranya berukuran besar dan detail. Tempat ini merupakan tempat favorit para pengunjung, karena selain tempatnya yang luas, tempat ini bisa menjadi tempat yang indah dan romantis pada malam hari karena pemakaian cahaya warna-warni dan cahaya yang menyorot patung-patung tersebut.



     2. Susukino Ice Festival

        Susukino adalah daerah hiburan malam yang tidak jauh dari stasiun Sapporo. Ketika festival ini berlangsung, jalanan yang menjadi tempat berlangsungnya acara akan ditutup bagi kendaraan. Susukino resmi menjadi bagian dari Festival Salju Sapporo ini pada tahun 1983. Di sana, kita dapat menikmati indahnya pahatan patung-patung es yang diikutsertakan dalam lomba pahatan es, menonton kontes kecantikan Miss Sapporo dan Snow Queen, atau lezatnya makanan di kedai-kedai di sekitar festival tersebut.



     3. Tsudome

        Tsudome atau Sapporo Community Dome menjadi bagian dari Festival Salju di Sapporo sejak tahun 2009. Sebelum diadakan di Tsudome, festival ini berlangsung di Sapporo Satoland. Di tempat ini, kita bisa melihat patung-patung seperti yang ada di Odori Park, ditambah dengan wahana seperti seluncuran salju, labirin salju, perang salju, dan lain lain. Tempat ini paling cocok dikunjungi oleh keluarga.


Yup, segitu dulu aja ya pembahasannya Minna-san, semoga bermanfaat >w<d

Sumber: http://www.google.co.id/ dan Animonster.