Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS
Showing posts with label Artikel Bencana Alam. Show all posts
Showing posts with label Artikel Bencana Alam. Show all posts

Sunday, 14 November 2010

GEMPA BUMI HAITI

Ibu kota Haiti, Port-au-Prince, luluh lantak dalam waktu 35 detik, setelah diguncang gempa bumi berkekuatan hingga 7 Skala Richter pada Selasa sore waktu setempat (12/1) atau Rabu dini hari WIB (13/1). Rumah sakit, hotel, sekolah, gedung, dan rumah penduduk hancur. Termasuk di antaranya: Istana Presiden, Gedung Parlemen, dan Markas Besar Misi PBB di Haiti (MINUSTAH). Awan asap tebal terlihat di udara setelah sejumlah bangunan ambruk.


Setelah itu, sebanyak 27 gempa susulan berkekuatan hingga 5,9 Skala Richter terus terjadi. Hampir tak ada sudut kota, yang berpenduduk 2 juta orang itu, yang terhindar dari kerusakan.
Dalam sekejap, jalan-jalan dipenuhi oleh deretan jenazah, korban luka, dan orang-orang yang mengungsi dari reruntuhan rumah serta gedung.

"Sejumlah penduduk berlarian ke jalan, menangis, berteriak serta menjerit ketakutan," kata Karel Zelenka, Direktur Catholic Relief Services (CRS) di Haiti. "Mereka melihat betapa dahsyatnya kerusakan yang ditimbulkan, tetapi tidak berdaya menyelamatkan begitu banyak orang yang tertimbun di bawah puing-puing bangunan."

"Menjelang malam, seluruh kota gelap," tambah Rachmani Domersant, manajer operasi badan amal Food for the Poor. "Ribuan orang duduk di tepi jalan dan tidak tahu harus ke mana. Banyak juga yang mencoba menggali reruntuhan hanya dengan berbekal senter."

Gempa Terkuat Dalam Dua Abad

Data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebutkan, pusat gempa berada 15 kilometer sebelah barat Port-au-Prince, dengan kedalaman hanya 8 kilometer di darat. Inilah gempa terkuat yang mengguncang Haiti setelah lebih dari 200 tahun.

Ahli geofisika Kristin Marano mengatakan, gempa dahsyat terakhir yang mengguncang lokasi Haiti sekarang terjadi tahun 1770. Guncangan terasa hingga ke Republik Dominika, tetangga Haiti, dan Kuba yang berjarak 320 kilometer.

Korban Jiwa dan Kerugian

Duta Besar Haiti untuk Amerika Serikat Raymond Joseph dalam konferensi pers di Washington, AS mengatakan, terlalu dini untuk mengetahui korban dan kerugian akibat bencana itu. Putusnya sarana komunikasi dan hancurnya sarana-sarana lain, menyulitkan berbagai pihak dalam pencarian dan penghitungan korban. Secara ‘kasar', diperkirakan ada tiga juta orang yang terkena dampak gempa bumi dengan korban tewas mencapai setengah juta orang.

Keadaan Haiti secara umum, dikhawatirkan bisa menghambat proses penyelamatan dan pemulihan. Asal tahu saja, Haiti adalah negara termiskin di belahan bumi Barat. Sebanyak 70 persen dari 10 juta penduduk Haiti hidup dengan uang kurang dari 2 dollar AS (Rp 19.000) per hari. Separuh dari penduduknya pun menganggur.

Mari berdoa dan berharap, agar keadaan di Haiti bisa semakin stabil dan membaik. Bantuan sudah mulai berdatangan-baik dari lembaga-lembaga internasional (PBB, Palang Merah, dan lainnya) hingga Uni Eropa, Amerika Serikat, Kanada, Italia, Perancis, Jepang, dan negara-negara Amerika Latin lain. Pemerintah Indonesia sendiri, sudah berencana untuk segera mengirim bantuan medis dan obat-obatan.


Komentar Saya:

Saya hanya bisa berkata untuk sabar dan mendoakan agar segera pulih kembali negara tersebut. Apalagi negara Haiti termasuk negara miskin. Butuh waktu lama untuk bangkit kembali. Sangat diperlukan pengawasan dan pencari tahuan tentang gempa tersebut melalui relawan-relawan dari negara lain.

Gempa bumi Pichilemu







Gempa bumi Pichilimu 2010 yang terjadi dengan kekuatan 6,9 Skala Richter pada 11 Maret 2010 di 40 km barat daya Pichilimu, Region O'Higgins,Chili. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik tidakk mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah Samudera Pasifik, walaupun Pusat Peringatan Tsunami Pasifik memperingatkan kemungkinan terjadi tsunami lokal dalam radius 100 km dari episentrum gempa bumi (meliputi San Antonio danConcepción).
Walaupun media massa melaporkan gempa bumi Pichilimu sebagai gempa bumi susulan dari Gempa bumi Chili 2010, sebuah laporan geologi pendahuluan dari United States Geological Survey berpendapat gempa bumi ini bukan bagian dari gempa bumi susulan Gempa bumi Chili 2010. Meskipun gempa bumi ini dipicu dari gempa bumi yang terjadi pada 27 Februari, gempa bumi yang terjadi pada 11 Maret tidak serta merta dipicusubduksi lempeng Nazca dan lempeng Amerika Selatan, tapi disebabkan retakan dari salah satu lempengan. Namunn gempa bumi ini belum dapat ditentukan terjadi, disebabkan lempengan Nazca atau lempengan Amerika Selatan.

Wilayah yang Pichilimu menjadi wilayah terparah mengalami kerusakan akibat gempa. Gempa bumi merusak Taman Ross, terutama Kasino Ross dan banyak rumah di Espinillo dan Rodeíllo. Satu orang meninggal di Talca akibat serangan jantung.

Gempa bumi terjadi persis sebelum presiden baru Chili, Sebastián Piñera, diambil sumpah jabatan, pada pukul 12:15 PM waktu lokal (15:15 UTC), di gedung kongres Chili di Valparaíso, dimana getaran gempa jelas dirasakan. Presiden Argentina, Bolivia, Paraguay, and Ekuador hadir pada saat gempa terjadi, namun tayang televisi menunjukan acara pelantikan presiden tidak terganggu. 
Komentar Saya:
Menurut saya, itu suatu bencana yang wajar. Walaupun skala ritchernya tinggi, namun semua dapat diselamatkan, kecuali 1 orang yang terkena serangan jantung -itu bukan karena gempa-.Tindakan yang dilakukan oleh ptugas setempat sudah baik. Mungkin saya hanya menyarankan, agar petugas yang bertugas mencari tau asal sumber gempa berhati-hati dnegan evakuasinya.

LETUSAN Eyjafjallajökull

Nama gunung ini konon artinya Gunung dibawah bukit es seperti gambar ini :

Peta Eropa. Gunung Eyjafjallajökull ini terletak di sebelah barat laut inggris

Eyjafjallajökull = "Pulau Gunung Gletser"



Gunung Eyjafjallajökull yang susah diucapkan oleh lidah Indonesia ini oleh penyiar TV di Indonesia hanya disebutkan “…sebuah gunung api di Islandia ..” (malu kalau salah ucap malah lidah kelibet-libet   ) . Gunung ini puncaknya sering diliputi salju . Tentusaja menjadi menarik karena disitu bertemunya panas magma dan dinginnya salju.

Letusannya bisa mirip seperti letusan Gunung Kelut dimana air bertemu dengan magma seperti yang pernah diceritakan.

Gunung Kelud yang sangat aktif tahun 2007 lalu tidak berkembang menjadi letusan besar. Kalau Gunung Kelud diatasnya danau (air), Gunung ini diatasnya berupa Gletzer atau gunung es. Kalau saja es ini mencair dan akhirnya masuk kedalam kepundan dan bercampur dengan lava, dapat menimbuklan ledakan akibat tekanan uap air.

Apabila dindingnya runtuh maka akan menyebabkan tekanan magma menjadi sumber tekanan utama yang memiliki tenaga jauh lebih besar dan menyebabkan letusan magmatik.

Letusan Eyjafjallajökull tahun 2010.


Aktifitas gunung ini dimulai sekitar Desember 2009, aktivitas seismik terdeteksi di daerah gunung berapi, dengan ribuan gempa kecil (sebagian besar besar 1-2 pada skala Richter besar, dengan hanya beberapa yang lebih besar dari 3 M), dengan kedalaman 7-10 kilometer (4,3-6,2 mil) di bawah gunung berapi. Pada tanggal 26 Februari 2010, hanya terjadi aktivitas seismik biasa seiring dengan perkembangan yang cepat dari kerak bumi telah dicatat oleh Lembaga Meteorologi Islandia. Hal ini memberikan tanda-tanda pada ahli geofisika sebagai bukti bahwa magma sedang bergerak naik dari bawah kerak ke dalam dapur magma gunung berapi Eyjafjallajökull dan diketahui tekanan ini berasal dari proses yang menyebabkan perpindahan kerak besar di daerah peternakan di Þorvaldseyri. Aktivitas seismik terus meningkat, dan sejak tanggal 3-5,  tercatat 3000 gempa bumi dangkal yang diukur di pusat gunung berapi.

Letusan pada 27 Maret 2010

Letusan tersebut diperkirakan telah dimulai pada 20 Maret 2010, sekitar 8 kilometer (5.0 mil) timur kawah puncak gunung berapi di wilayah yang sering dipakai untuk kegiatan hiking yang populer disebut Fimmvörðuháls. Ini letusan pertama, dalam bentuk fisura sebuah lubang, tidak terjadi di bawah gletser dan dalam skala lebih kecil daripada telah dipikirkan oleh beberapa ahli geologi.

Letusan tersebut berdampak pada penerbangan yang ingin membuat rekor keliling dunia yang dipimpin oleh Kapten Riccardo Mortara. Pesawat pribadi telah mendarat Keflavik, Islandia, tetapi tidak dapat terbang lagi karena abu volkanik telah menutup landasan pacu. Dengan sangat  terpaksa dia membatalkan pada menit terakhir.

Pada tanggal 14 April 2010 Eyjafjallajökull kembali meletus setelah jeda singkat, kali ini dari atas kawah di tengah gletser, menyebabkan banjir meltwater (juga dikenal sebagai dekat dengan jokulhlaup) bergegas ke sungai terdekat, dan membutuhkan 800 orang untuk dievakuasi. [ 14] Letusan ini ledakan di alam dan diperkirakan sepuluh sampai dua puluh kali lebih besar dari yang sebelumnya di Fimmvörðuháls. Letusan kedua ini melemparkan abu vulkanik beberapa kilometer di atmosfer yang menyebabkan gangguan perjalanan udara di barat laut Eropa mulai pada tanggal 15 April 2010, termasuk penutupan wilayah udara di sebagian besar Eropa.

Pada tanggal 19 April 2010, tujuh belas bandara dinyatakan  tertutup sepenuhnya, dengan ratusan ribu penumpang terdampar dan industri penerbangan kehilangan sekitar $ 200 juta per hari. (Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Jerman, Hungaria, Irlandia, Latvia, Luksemburg, Belanda, Polandia, Romania, Slovakia, Swiss dan Britania Raya.)


Komentar Saya:

Tindakan yang dilakukan oleh maskapai penerbangan di sana sudah benar. Mungkin memang sangat merugikan penerbangan, bencana ini. namun, demi keselamatan penumpang, menurut saya itu hal yang sudah sewajarnya dan memang layak. Untuk sementara saya hanya bisa bilang untuk selalu berhati-hati dan waspada pada gunung ini. karena, semakin besar letusan yang ia buat.


Sunday, 7 November 2010

Bencana Tanah Longsor Ciwidey

70 Warga Tertimbun Tanah Longsor di Pasirjambu Ciwidey Bandung
Enam Tewas, Pencarian Terkendala Peralatan

BANDUNG – Cuaca buruk dan hujan deras dalam beberapa hari terakhir membawa korban di Bandung, Jabar. Sedikitnya, 70 warga tertimbun akibat longsor di wilayah Pasirjambu Ciwidey, Kabupaten Bandung, sekitar pukul 08.00 kemarin (23/2) setelah sehari sebelumnya hujan sangat lebat mengguyur sejak sore hingga malam.

Berdasar laporan Bandung Ekspres (Jawa Pos Group), warga yang tertimbun itu berasal dari 35 kepala keluarga (KK) pekerja perkebunan yang menghuni bedeng di Kampung Dewata RW 11 Desa Tenjolaya, Kec Pasirjambu Ciwidey. Hingga pukul 22.00 tadi malam, sedikitnya enam warga ditemukan tewas. Mereka adalah Echa, 1; Ina, 25; Yulis, 19; Iis, 20; Kisman,22; dan Ma Otih, 60.

Jumlah korban tewas diperkirakan terus bertambah karena proses evakuasi masih menghadapi kendala. Selain lokasi longsor agak terpencil -ke arah selatan atau sekitar tiga jam perjalanan dari Bandung- ada kendala peralatan untuk mencari warga yang tertimbun. Pencarian lebih banyak dilakukan secara manual atau dengan peralatan seadanya.

Lokasi longsor merupakan perumahan karyawan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jabar I, PT Chakra Perkebunan Teh Dewata. Lokasi itu juga berada di perkebunan yang berjarak sekitar 35 km dari arah Ciwidey, Bandung Selatan.

Warga yang selamat segera dievakuasi. Sedangkan korban meninggal dibawa keluarga dengan kendaraan seadanya. ”Kebanyakan yang tertimbun adalah karyawan pabrik (perkebunan) karena lokasi longsor merupakan mes pegawai. Selain itu, beberapa fasilitas lain terkubur, seperti pabrik dan gedung olahraga,” tutur Tatang Somantri, 52, kepala satpam Perkebunan Teh Dewata.

Dia menuturkan, sebelum longsor, terdengar suara ledakan yang sangat keras. Bahkan, kantor induk dan posko satpam ikut terlempar hingga 30 meter. Longsor itu merupakan limpahan tanah dari Gunung Waringin yang tidak jauh dari lokasi.

Jumlah korban yang tertimbun belum dipastikan. Kepala Search and Rescue (SAR) Jakarta Budiawan mengatakan kepada kantor berita Agence France Presse (AFP), 35 warga hilang dan diperkirakan tertimbun longsor. ”Sekitar 35 rumah terkubur tanah sampai atapnya tidak terlihat,” katanya. Budiawan menambahkan, pihaknya telah memberangkatkan 300 personel ke lokasi dengan peralatan berat.

Pejabat Dinas Kesehatan Bandung Ahmad Kustiadi menuturkan kepada sebuah stasiun radio bahwa 72 warga masih hilang karena tertimbun longsor. Longsor itu menghancurkan dan menimbun sebuah kantor, pabrik pemrosesan, dan perumahan (mes) karyawan Perkebunan Teh Dewata.

”Dari jumlah itu, 47 di antaranya tertimbun di lapangan, 15 orang terkubur reruntuhan kantor, dan 10 lainnya tertimbun di pabrik,” terangnya.

Data lain tentang korban disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung. Humas BPBD Bandung Priyadi Kardono menyebut, 40 orang hilang dalam musibah tersebut. ”Hujan turun sangat deras sejak kemarin (Senin lalu, 22/2),” katanya. ”Kawasan yang tertimbun longsor mungkin seluas dua lapangan sepak bola. Pabrik pemrosesan teh dan 50 rumah (mes karyawan) juga terkubur,” tambahnya.
Dia juga menjelaskan bahwa jalan menuju lokasi longsor terputus. Hal itu menghambat upaya mendatangkan alat-alat berat untuk evakuasi. ”Kami memang menghadapi masalah dalam menjangkau lokasi longsor,” tuturnya.

Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bandung Juhana Atmawisastra mengatakan, longsor sedikitnya menimbun lahan dan perumahan di area seluas 20-35 hektare. Satu kendaraan berat diturunkan meski harus menempuh medan curam.

Dari Soreang, arah lokasi longsor sejauh 70 km dan harus melalui jalan terjal berbatu. ”Kami masih kesulitan mencari data siapa saja yang tertimbun karena kantor RW juga tertimbun. Kami juga terlambat menerima informasi karena jarak yang jauh dan tidak ada sinyal untuk handphone,” ungkapnya.

Pencarian dan evakuasi para korban pun terpaksa dihentikan pukul 18.00 karena peralatan terbatas. Kendaraan berat, seperti backhoe, juga sulit melintas.

Kapolres Bandung AKBP Imran Yunus mengakui, pihaknya terpaksa menghentikan proses evakuasi karena terbatasnya sarana dan peralatan yang ada. Petugas di lapangan pun kesulitan mengevakuasi para korban. Rencananya, evakuasi dilanjutkan hari ini (24/2) untuk mencari korban yang masih tertimbun.

”Kami sudah menyiagakan petugas. Juga ada bantuan dari Polda Jabar. Setidaknya, kami akan menurunkan empat kompi personel,” paparnya.

Longsor juga menyita perhatian banyak pihak. Hingga tadi malam, bantuan terus mengalir ke lokasi. Kondisi jalan yang buruk membuat antrean panjang di beberapa titik menuju lokasi longsor. Sepanjang jalan, kendaraan dari Brimob Polda Jabar, Polres Bandung, RS Sartika Asih, Pemkab Bandung, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), dan sejumlah pihak terus berdatangan. Rombongan Bupati Bandung Obar Sobarna dan staf datang ke lokasi sekitar pukul 21.30.

PMI Kabupaten Bandung sudah mengirimkan 12 relawan. Mereka juga membawa satu ambulans dan satu truk dengan berbagai bantuan. Termasuk di dalamnya 50 kantong mayat, 10 tenda famili 10, sarung tangan, cangkul, tandu, masker, tikar, terpal, alat penerangan, 10 tenda untuk relawan, makanan siap saji, dan air mineral.

Relawan PMI Kab Bandung Ziban Supriatna saat dihubungi tadi malam mengatakan, untuk bisa sampai ke lokasi, diperkirakan butuh waktu dua jam melalui perkebunan teh. ”Kondisi jalan licin berbatu dan pinggir tebing. Akses dan sinyal telepon tidak ada,” jelasnya. (ris/adi/jpnn/dwi)


Komentar Saya:

Mungkin tanah longsor itu terjadi karena penggundulan gunung yang biasa dilakukan oleh orang-orang yak bertanggung jawab. saya sarankan kepada pemerintah dan warna sekitar untuk menanam pohon agar dampak yang ditimbulkan tidak seperti terlalu parah.

TSUNAMI MENTAWAI: KORBAN TEWAS 108, HILANG 502 ORANG


PADANG, KOMPAS.com — Pusat Pengendali Operasi (Pusdalop) Penanggulangan Bencana Sumatera Barat (Sumbar) telah menerima laporan korban tewas sebanyak 80 orang yang sudah ditemukan hingga Selasa malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Data yang dihimpun pada Pusdalop PB Sumbar, Selasa (26/10/2010) malam, masih tercatat 107 warga yang diduga hilang dan sekitar 645 masih berada di pengungsian.

Perkembangan data korban tewas yang ditemukan masih simpang siur, sisi lain Ketua DPRD Mentawai Hendri Dori menginformasikan, sudah ditemukan korban tewas sebanyak 108 dan diduga hilang sebanyak 502 orang.

Kepala Badan Panggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar Harmensyah mengatakan, pihaknya menerima laporan sementara dari Posko Ronda Sikakap dan telah ditemukan sebanyak 80 orang jasad dan 107 masih diduga hilang.
Sementara kerusakan akibat gempa dan tsunami, berdasarkan data sementara, sudah sebanyak 100 unit rumah warga rusak berat dan rusak sedang.

Pencarian terhadap korban yang hilang terus dilakukan oleh tim gabungan di titik yang diduga terkena dampak bencana tsunami. Selain itu, BPBD Sumbar sudah mengirimkan logistik serta tim SAR dan PMI ke Mentawai.

Harmesyah mengatakan, pengiriman tim dan logistik dihadapkan dengan cuaca buruk sehingga cukup berhati-hati untuk melakukan pelayaran.

“Kita berharap tim dan logistik yang sudah dikirimkan Selasa sore sekitar pukul 17.00 WIB bisa sampai ke Mentawai pada Rabu pagi nanti,” katanya.

Gempa berkekuatan 7,2 skala Richter (SR), lokasi gempa berada pada 3.61 Lintang Selatan (SL) dan 99.93 Bujur Timur (BT) pada pusat 78 km barat daya Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai, Sumbar, telah menimbulkan tsunami dengan ketinggian 1 sampai 3 meter.


Komentar Saya: 

Saya berharap pemerintah dapat membantu meng-evakuasi dan memberi pangan yang cukup bagi warga korban. diharapkan juga agar dipasang suatu sistem peringatan agar sewaktu-waktu, ketika ada bencana seperti tsunami atau gempa, pemerintah dapat memberitahukan dulu kepada warga di sana agar menjauh dan pindah sementara sampai keadaan terlihat aman.

ARTIKEL BENCANA GUNUNG MERAPI







Keanehan di Letusan Merapi 
Senin, 1 Nopember 2010 | 08:44 WIB
Sejak dini hari tadi sudah menggugurkan lava sebanyak 16 kali

LETUSAN Gunung Merapi tahun ini sangat berbeda dengan letusan yang terjadi pada 2006, 2001, dan 1997. Ada yang tidak biasa pada letusan kali ini. "Memang, Merapi tahun ini aneh," Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, Kementerian ESDM, Surono, Senin (1/11).

Keanehan itu terlihat pada saat letusan besar kedua yang terjadi pada Minggu dini hari 31 Oktober 2010. Merapi mengeluarkan suara. Suara dentuman yang keras yang membuat semua orang panik. Termasuk tentara, polisi, petugas evakuasi, apalagi pengungsi. Semua panik. "Dalam sejarahnya, Merapi memang tidak pernah mengeluarkan suara dentuman," ujar Surono.

Apa penyebabnya? Menurut Surono, itu adalah proses eksplosif biasa. Dan suara keras itu diduga berasal dari kandungan gas yang terkandung dalam magma di perut Merapi. Surono mengakui, karakter Merapi itu bukan seperti gunung berapi lainnya yang mengeluarkan suara seperti petasan saat meletus.

Apakah ini karena energi yang sangat besar terkandung di dalam Merapi? "Saya sudah prediksi sejak awal, energi Merapi kali ini memang lebih besar dari 1997, 2001, dan 2006. Apakah ini salah satu bentuknya? Saya belum bisa pastikan," Surono menjelaskan.

Bencana Merapi yang terjadi pada Selasa 26 Oktober 2010 petang, sekitar pukul 18.02 WIB, menewaskan 34 orang termasuk Redaktur Senior VIVAnews.com, Yuniawan Wahyu Nugroho. Saat ini, jumlah pengungsi letusan gunung Merapi sekitar 29 ribu orang yang terbagi di 28 titik tempat penampungan akhir (TPA).
Maka itu, Surono kembali mengingatkan pemerintah daerah setempat untuk bersikap tegas kepada warga pengungsi. Area 10 kilometer dari puncak Merapi harus steril.

"Jangan sampai ada warga yang naik lagi ke atas untuk mencari makan buat ternaknya. Kondisi Merapi ini bukan lari jarak pendek. Kami ingin mencapai finish yang baik," kata Surono memberi analogi.
Sejak Senin (1/11) dini hari tadi hingga sekitar pukul enam pagi, Merapi sudah menggugurkan lava sebanyak 16 kali. "Selain guguran lava, sudah ada fase kegempaan sebanyak dua kali," kata Surono.

Menurut Surono, status Merapi masih Awas dan membahayakan. Berbeda dengan sehari sebelumnya, sejak dini hari hingga pagi ini, Merapi tidak mengeluarkan awan panas ‘wedhus gembel’ dan gempa dengan frekuensi rendah.

Kondisi ini berbeda dengan sehari sebelumnya. Selama satu hari penuh pada 31 Oktober kemarin, telah terjadi 33 kali kegempaan di Merapi. Kemudian, guguran lava terjadi sebanyak 166 kali.

"Ada gempa vulkanik empat kali. Dan yang baru muncul ini adalah gempa frekuensi rendah sebanyak 22 kali," uajr Sorono. Gempa frekuensi rendah itu tidak terasa oleh penduduk. Karena memang frekuensinya sangat rendah.

Gempa frekuensi rendah ini baru muncul selama Merapi berstatus Awas. Ini adalah aktivitas baru Merapi. "Dan tidak membahayakan," kata dia.






 Komentar Saya:

Berdasarkan artikel ini maupun artikel lainnya yang saya baca tentang bencana merapi tahun ini. ya, memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. menurut saya ada kemungkinan merapi akan meletuskan lavanya lebih besar lagi :( dan saya sarankan kepada pemerintah untuk selalu waspada terhadap gunung yang satu ini dan menjaga masing-masing tempat pengungsian agar tidak ada warga yang kembali lagi ke lereng merapi.

TANAH LONGSOR UGANDA

KAM PALA (Suara Karya) Jumlah korban jiwa akibat tanah longsor di Uganda timur menjadi 80, dan warga desa menggali dengan menggunakan tangan mereka serta alat sederhana untuk menemukan korban. Media Uganda melaporkan tanah longsor mengubur satu desa di Kabupaten Bududa, Ugan-da timur, di kaki Gunung Elgon, Senin malam, setelah hujan lebat. Sebanyak 300 orang dikhawatirkan tertimbun tanah longsor.

"Menurut laporan paling akhir yang saya terima, 80 mayat telah ditemukan," kata Menteri bagi Kesiapan Bencana dan Pengungsi, Tarsis Kab-wegyere, Selasa. Stasiun televisi lokal, NTV, memperlihatkan tumpukan lumpur dan rumah kayu rata dengan tanah serta warga desa menangisi sejumlah mayat di lapangan rumput.

Kabwegyere mengatakan regu penolong pemerintah bersama polisi dan relawan berada di lapangan dengan peralatan sederhana, karena alat berat belum tersedia akibat daerah longsor masih terisolir. Palang Merah Internasional telah mengirim dokter dan obat-obatan. Beberapa bagian Uganda dan tetangganya. Kenya, telah menghadapi hujan lebat hampir selama dua bulan belakangan, yang biasanya adalah masa kering di antara musim hujan.

Anggota parlemen setempat David Wakikoona mengatakan warga desa telah memberi tahu dia mengenai 100 sampai 150 orang berada di satu pusat . perdagangan ketika batu besar meluncur menuruni lereng bukit, karena dibawa oleh lumpur. Hanya 8 orang diketahui telah selamat sejauh ini, katanya. "Jadi secara keseluruhan, jumlah korban jiwa sangat mungkin akan lebih dari 100," katanya. (AP/Ant/Adi]


Komentar Saya:

Usaha pemerintah di Uganda dapat saya katakan cukup baik untuk penanganannya, apalagi dengan kekurangannya relawan untuk membantu di sana. memang setelah saya teliti dan baca baik-baik, kerahan tenaga pemerintah masih kurang untuk hal itu, namun, sejalannya waktu seluruh korban akan terlacak. sama seperti komentar saya di longsor dan banjir sebelumnya, saya harapkan pada pemerintah di sana untuk selalu memperhatikan keadaan alam yang ada di negara mereka, agar kejadian seperti ini tidak separah yang sekarang ini.

BADAI XYNTHIA 2010

Badai Xynthia yang menerjang seluruh Eropa barat, Minggu (28/2), menewaskan 47 orang di Prancis dan enam orang di negara lainnya di Eropa. Badai yang bergerak ke arah utara itu menumbangkan pepohonan dan tanda-tanda di jalan, menimbulkan kekacauan pada jaringan kereta, dan memaksa ratusan penerbangan dibatalkan di berbagai bandar udara seperti Paris, Prancis, dan Frankfurt di Jerman. Sekitar satu juta rumah hidup tanpa aliran listrik

Menurut radio Francelnfo, pepohonan yang berusia beberapa abad juga roboh di taman di Istana Versailles dekat Paris. Korban di Prancis terpusat di wilayah Vandee. Sementara korban dari negara lainnya masing-masing tiga orang tewas di Spanyol, dua di Jerman, dan satu orang di Portugal. Prancis adalah negara yang paling parah diguyur hujan lebat Angin keras dan gelombang tinggi menghancurkan tembok pantai Samudra Atlantik, sehingga menewaskan 25 orang di Kota Mer saja.

"Itu adalah bencana alam," kata Menteri Dalam Negeri Prancis Brice Hortefeux kepada BFM TV. la memperkirakan jumlah korban jiwa di Prancis berkisar antara 45 dan 50 dan memperingatkan gelombang tinggi dapat mengakibatkan kerusakan yang lebih besar lagi.

Hortefeux mengatakan, pemerintah Prancis telah menyisihkan satu juta euro dalam bentuk bantuan darurat seketika. Sementara Menteri Anggaran Eric Woerth mengeluarkan pernyataan yang mengatakan, semua korban dapat meminta keringanan pajak Wilayah Vendee dan Charente Maritime Prancis, menghadapi badai kuat dan dimasukkan ke dalam kondisi siaga banjir bersama beberapa bagian Brittany.
Petugas ramalan cuaca mengatakan, badai telah bergerak ke arah timur-laut Prancis dan Belgia dan selanjutnya akan menerjang Denmark. Badai diperkirakan tidak sekuat yang melanda Prancis pada Desember 1999 dan menewaskan 92 orang.

Dari Spanyol dilaporkan, dua orang tewas di dekat Kota Burgos, Spanyol utara, ketika mobil korban tertimpa pohon roboh. Badai disertai angin kencang dan hujan lebat itu, juga merobohkan pepohonan di banyak daerah di Portugal. Hujan lebat membuat air sungai meluap, sehingga pemerintah mengeluarkan peringatan banjir . bagi daerah dataran rendah Porto di sepanjang muara Sungai Douro. Di daerah itu, seorang anak perempuan yang berusia sepuluh tahun meninggal tertimpa pohon.

Di Jerman, pihak berwenang menyatakan seorang pria yang berusia 69 tahun tewas tertimpa pohon, sewaktu ia melakukan pendakian di negara bagian Hesse. Sementara itu, operasi kereta di tiga negara bagian -Hesse, Rhineland-Palatinate,. dan Saarland- terganggu oleh banyaknya pohon tumbang yang menimpa kawat listrik. Sementara bandar udara Frankfurt, Jerman, membatalkan sepuluh persen penerbangannya. (Reuters/AP/A-95)-


Komentar Saya:

Badai ini memang termasuk badai yang hebat dan tidak dapat dicegah. Menurut saya, penanganan yang dilakukan oleh negara prancis sudah cukup baik, baik dari segi bantuan maupun keringanan yang diberikan pada warganya. karena dengan adanya keringanan tersebut, warga pun jadi tidak begitu merasa keberatan :)

BANJIR BANDANG WASIOR


Banjir bandang wasior yang terjadi di papua barat, sampai sejauh ini Senin, 11/10/2010 10:29 WIB Korban Tewas di Wasior jadi 147 Orang. Korban infrastruktur adalah  Senin, 11/10/2010 10:26 WIB 80 Persen Wasior Hancur Akibat Banjir. Banjir Wasior 2010 adalah bencana banjir bandang yang terjadi pada 4 Oktober 2010 di Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat.

Banjir bandang terjadi,  hujan tiada henti yang terjadi sejak Sabtu, 2 Oktober 2010 hingga Minggu, 3 Oktober 2010 menyebabkan Sungai Batang Salai yang berhulu di Pegunungan Wondiwoy meluap. Akhirnya terjadilah 4-oktober-2010 pagi hari, korban mulai berjatuhan,Bencana Alam Wasior Banjir, Puluhan Rumah Hanyut


JAYAPURA, KOMPAS.com — Puluhan rumah hanyut dan beberapa keluarga kehilangan sanak-saudaranya akibat banjir bandang yang terjadi di Wasior, ibu kota Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat, Senin (4/10/2010) pagi. Warga hingga kini mengungsi ke tempat-tempat tinggi di perbukitan karena air dilaporkan telah naik hingga lebih dari dua meter.

Kepala Bagian Humas Pemkab Teluk Wondama, Titi Ningsih Wizer, Senin siang, mengatakan, semalaman Wasior dilanda hujan. Saat subuh, tiba-tiba air dari gunung turun dengan deras dan membanjiri sungai-sungai. Karena tak mampu menampung aliran, air meluap hingga ke permukiman dan pasar. “Rumah-rumah dari kayu hancur dan hanyut. Kami sekarang sedang mengungsi di tempat tinggi bersama ratusan warga lain. Banyak keluarga kehilangan anak-anaknya ini,” ucapnya.

Ia mengatakan, jalan yang menghubungkan antardistrik/kecamatan telah jebol sehingga tak bisa dilewati. Namun, belum tahu secara rinci berapa kerugian material dan korban jiwa karena dirinya masih mengungsi. Ia hanya mengharapkan Pemprov Papua Barat dan dari Jakarta segera turun tangan menangani banjir di Wasior.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Wachyono mengaku masih sulit mengumpulkan informasi dari Polres Teluk Wondama. “Semua saya hubungi tidak bisa. Mungkin gangguan akibat banjir ini,” ucapnya.


Komentar Saya:

Sama seperti yang saya katakan pada Longsor di Ciweday. Saya harap warga juga pemerintah lebih memperhatikan keadaan alam di sekitar pegunungan agar hal ini tidak dapat terjadi, karena sebagian besar bencana yang terjadi di tahun 2010 ini disebabkan dari gunung  *longsor/pun banjir* . Oleh karena itu saya sarankan untuk lebih memperhatikan keadaan gunung yang ada :(